Mengapa Sekolah Belum Dibuka?

Copas

Tulisan ini adaĺah tulisan dari salah satu peran ganda sebagau guru dan wali murid. Monggo sama² bersabar menghadapi ujian dan berdoa semoga segera berakhir segala ujian dan cobaan, dan keluar sebagai pemenang.




MENGAPA SEKOLAH MASIH BELUM JUGA DIBUKA ??


Jangan bandingkan sekolah dengan pasar
Jangan bandingkan sekolah dengan Mall
Jangan bandingkan sekolah dengan tempat umum lainnya.

Pasar, Mall, dan tempat umum lainnya tidak wajib didatangi, bisa dihindari dan bisa tanpa mengajak anak - anak.
Kalau pun ada anak - anak ke tempat tersebut itu adalah 1000% tanggung jawab orang tua.

Memaksakan sekolah buka dimasa pandemi???
Satu orang terdeteksi bisa ambyar lah semua
Siapa yang nanti nya akan disalahkan???

Yup, Bpk/ Ibu Guru yg disalahkan karena dianggap tidak bisa menjaga puluhan anak dalam satu kelas terutama anak - anak usia kelas bawah.

Kenapa tidak dijalankan Protokol Kesehatan???
Sudah, sekolah sudah menyiapkan hal - hal pencegahan mulai dari Thermo Gun, tempat cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan berbagai prosedur lainnya.
Tapi tak semudah itu.

Di Mall Ibu hanya menjaga satu dua anak, sedangkan disekolah Bpk/ Ibu guru menjaga sampai 30 anak.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mungkin akan menambah beban bagi orang tua, mulai dari mendampingi anak dalam belajar, keterbatasan alat, dan keluhan lainnya.

Tapi ayah bunda tersayang yakinlah akan ada solusi dari setiap kendala, setiap sekolah juga sudah menyesuaikan PJJ dengan kondisi rata - rata setiap siswa dan orang tua di suatu sekolah. 

Kami Bpk/ Ibu guru disekolah dengan tangan terbuka siap diajak diskusi dan mencari solusi.
Dan mungkin inilah moment kita untuk lebih dekat dengan buah hati, karena besok atau lusa ketika dia sudah mulai mandiri kita akan rindu direpotkan seperti ini.

Bpk/ Ibu Guru juga punya keluarga, punya anak tempat mereka pulang.
Bukan Bpk/ Ibu Guru tidak sayang pada anak - anak.
Bukan juga tidak rindu pada suasana mengajar.

Lebih dari itu semua Bpk/ Ibu Guru selalu mendoakan agar pandemi ini berlalu.
Agar bisa menanti anak - anak didepan sekolah, kami rindu dicium tangan oleh anak - anak.

Kami juga rindu bertepuk tangan, bernyanyi, dan belajar bersama.

Kami rindu semua nya.

Tapi sekarang rindu ini hanya bisa disampaikan melalui kamera.

Sekarang hanya dibutuhkan pengertian dan rasa ikhlas yang besar bagi semua pihak, tidak ada negara manapun yang mau tertimpa musibah seperti ini, terlepas dari yang percaya dan yang tidak percaya akan kebenaran Pandemi ini mulailah dengan cara berpikir positif dan dimulai dari diri sendiri, sekarang, hari ini, tanpa tapi.

Badai akan mereda, harapan akan selalu ada jangan pernah putus untuk berdo'a.

*Catatan dari Ibu Guru yang juga punya anak usia sekolah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Tahun Baru

"Rizqi dan Ikhtiar"